Audit Kasus Stunting Pesan Bupati Evangelian Sasingen: Sesama Manusia Saling Peduli Masalah Stunting Terutama Pemerintah Daerah

DISKOMINFO, SITARO- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) melalui Dinas P3AP2KB melaksanakan kegiatan Audit Kasus Stunting, Rabu (9/8/2023).

Hal tersebut didasari pada beberapa aturan yang telah ditetapkan salah satunya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Kegiatan audit yang dihadiri 15 anak stunting bersama orang tua dan 6 orang ibu hamil kurang energi kronis ini memiliki beberapa tujuan.

Diantaranya untuk mengidentifikasi resiko terjadi stunting pada kelompok sasaran dan mengetahui penyebab resiko stunting.

Menganalisis faktor resiko stunting pada baduta/balita, memberikan rekomendasi penanganan dan perbaikan tata laksana kasus serta upaya pencegahan yang dilakukan.

Terakhir meningkatkan kerja sama lintas sektor yang efektif dan harmonis.

Bupati Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen mengatakan sejak tahun 2020, jumlah balita stunting dari 59 kasus menurun di angka 37 kasus pada tahun 2021.

Pada tahun 2022 dengan adanya Gesit Eva’s terus mengalami penurunan menjadi 22 kasus. Dan pada tahun 2023 sekarang menjadi 15 kasus.

Sebelum membuka acara, Bupati sempat menemui dan berbincang sedikit bersama para ibu yang memiliki kehamilan resiko tinggi.

Ia pun berpesan kepada mereka agar tetap memperhatikan gizi selama masa kehamilan.

Kepedulian Bupati terhadap penanganan stunting tidak berhenti sampai disitu. Ia pun kembali menekankan kepada para camat, kapitalau juga PKK yang ada di kecamatan maupun kampung untuk mempersiapkan calon orang tua.

“Lebih baik menyiapkan dari awal kesehatan mereka daripada harus menangani nantinya. Itu lebih sulit dan beresiko sangat tinggi”, tegas bupati saat menyampaikan sambutan.

Terkait hal itu, Bupati Wanita Pertama di Sitaro menambahkan bahwa ini tidak terlepas dari peran Dinas P3AP2KB.

Beliau memberi amanat untuk lebih mengaktifkan PIK Remaja yang merupakan program guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi. Juga sebagai penyiapan kehidupan berkeluarga yang dilakukan di sekolah.

Bupati pula menghimbau bagi para ibu hamil untuk memberikan ASI eksklusif 6 bulan dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun dengan selingan asupan nutrisi lainnya.

“Itu yang paling gampang, paling murah. Tapi kandungan gizinya luar biasa”, ujar bupati di Gedung Perpustakaan Daerah Sitaro.

“Semua demi dan untuk generasi penerus, generasi emas. Kita harus bekerja keras supaya menghasilkan kualitas yang baik untuk meneruskan pembangunan di daerah ini”, tutupnya.

Dalam kesempatan itu, dilakukan penyerahan bantuan makanan tambahan berupa susu kepada para balita stunting.

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian edukasi serta tanya jawab oleh Tim Pakar Spesialis Anak dr Deasy Manalip SpA dan Tim Pakar Psikolog Eva S Kaumbur MPsi.

Hadir juga Kepala Dinas P3AP2KB Fabiola Papona SP bersama jajaran, Kepala OPD/perwakilan serta undangan lainnya.