SIAU TAGULANDANG BIARO

Visi

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) merupakan perencanaan lima tahunan sebagai upaya untuk merealisasikan visi misi yang telah disampaikan oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah yang telah terpilih. Visi ini menggambarkan arah pembangunan yang akan dicapai pada pada masa jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada lima tahun kedepan. Penjabaran akan visi ini akan diimplementasikan dalam serangkaian misi, tujuan sasaran serta indikator kinerja yang dicapai melalui program pembangunan selama lima tahun kedepan. Analisis terhadap visi Kepala Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro tahun 2018-2023 adalah sebagai berikut.

TERWUJUDNYA KABUPATEN KEPULAUAN SIAU TAGULANDANG BIARO YANG SEMAKIN UNGGUL, SEJAHTERA, DAN HARMONIS BERBASISKAN SUMBER DAYA PRODUKTIF DAN KEARIFAN LOKAL

Penjabaran lebih lanjut mengenai visi ini merupakan salah satu upaya untuk mempertegas kembali perwujudan daerah yang telah memiliki aspek mendasar sebagai daerah yang unggul, sejahtera, dan harmonis. Penguatan visi tersebut akan mencakup kemampuan daerah dalam mengoptimalisasi sumber daya dan potensi unggulan serta kearifan lokal daerah. Definisi operasional atas komponen-komponen visi dijelaskan sebagai berikut.

  1. Kabupaten Siau Tagulandang Biaro yang semakin unggul;dalam artian sumber daya manusia yang kompetitif, terampil, dan menguasai teknologi informasi. Sumber daya manusia yang produktif, sehat, mandiri, dinamis, kreatif, dan inovatif. Sumber daya manusia yang sejahtera, jujur, beretika, dan mempunyai integritas.Dengan demikian diharapkan dapat memenangkan persaingan, meningkatkan nilai tambah daerah, serta memperpanjang rantai nilai  dari produk dan sumber daya alam daerah yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  2. Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro yang sejahtera; mengandung makna suatu kondisi yang bergerak dinamis kearah yang lebih baik yang tergambar dari laju pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, diiringi peningkatan pendapatan perkapita di semua lapisan, laju inflasi yang terkendali sehingga daya beli masyarakat tetap tinggi yang mendorong peningkatan permintaan barang dan jasa, peningkatanproduksiyang memberikan dampak berganda (multiplier effect)  pada penciptaan kesempatan kerja sehingga berdampak pada berkurangnya angka pengangguran dan kemiskinan.
  3. Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro yang harmonis; mengandung makna keadaan yang menggambarkan perwujudan kerukunan masyarakat dengan rasa aman dan tentram. Tercermin dari pelaksanaan pemerintahan yang baik dan bersih (good governance and cleangovernment) di semua tingkatan yang berasaskan demokratis serta jaminan kesamaan hak dan kewajiban dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, serta menjunjung tinggi supremasi hukum dan HAM.
  4. Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro berbasiskan sumber daya produktif; mengandung makna masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro mampu memanfaatkan sumber daya produktif yang dimiliki daerah,baik sumber daya manusia, sumber daya alam (pertanian, perikanan dan pariwisata), sumber daya modal, serta sumber daya kewirausahaan secara kontiniu agardapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan bersama.
  5. Kearifan lokal; mengandung makna norma, kebijaksanaan, kebenaran dan nilai-nilai luhur budaya yang menjadi pandangan dan pegangan hidup, ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhanmaupun sebagai penyaringatas perubahan sosial budaya dan modernisasi, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup secara bergotong-royong agar keseimbangan alam terus terjaga dan tidak membahayakan masyarakat.

Misi

Upaya untuk mewujudkan visi Terwujudnya Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro yang Semakin Unggul, Sejahtera, dan Harmonis Berbasiskan Sumber Daya Produktif, dan Kearifan Lokal dirumuskan melalui lima misi pembangunan yaitu sebagai berikut.

  1. Mewujudkan  tata kelola pemerintahan yang bersih,  profesional, dan melayani, serta demokratis dan menjunjung supremasi hukum.
  2. Memperkuat kualitas layanan pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kemandirian masyarakat.
  3. Memperkuat daya saing daerah melalui pariwisata, perikanan, dan perkebunan untuk menurunkan tingkat pengangguran dan  kemiskinan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.
  4. Memperluas jangkauan sarana dan  prasarana transportasi,  air bersih, energi, dan telekomunikasi agar terjadi pemerataan layanan publik yang berkualitas.
  5. Mengangkat kebudayaan daerah dan kearifan lokal sebagai landasan hidup masyarakat, daya saing daerah, serta kelestarian lingkungan hidup.

Lima butir diatas didasarkan kepada kebutuhan pembangunan yang telah ditemakan dalam bentuk Visi Pembangunan Daerah. Dalam upaya penyamaan persepsi terhadap misi tersebut serta mengurangi potensi ambiguitas dalam memahami butir misi, maka penjabaran Misi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

Misi 1 :Mewujudkan  tata kelola pemerintahan yang bersih,  profesional, dan melayani, serta demokratis dan menjunjung supremasi hukum

Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat yang semakin variatif kebutuhannya maka dibutuhkan kinerja aparatur yang profesional, berkinerja tinggi dan berorientasi melayani masyarakat termasuk penataan kelembagaannya yang efektif dan efisien, melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang berlandas pada prinsip good governanceand clean government. Dalam upaya pencapaian Misi ke-1 maka dirumuskan perencanaan Terintegrasi dalam langkah pencapaian Misi ke-1 sebagaimana ditampilkan pada Gambar di bawah Ini

Misi 2 :Memperkuat kualitas layanan pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan  produktivitas, daya saing, dan kemandirian masyarakat.

Beberapa variabel utama yang sangat menentukan tercapainya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diantaranya layanan pendidikan dan kesehatan. Layanan pendidikan yang dimaksud mencakup  infrastruktur pendidikan yang yang berkualitas serta menjangkau seluruh  masyarakat yang membutuhkannya. Selanjutnya, layanan kesehatan yang wajib dipenuhi adalah ketersediaan layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan memadai sesuai standar pelayanan minimal pada setiap unit layanan kesehatan, yakni puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah, serta ketersediaan infrastruktur dan tenaga kesehatan yang berkualitas. Disamping bidang pendidikan dan kesehatan, peningkatan IPM perlu dilakukan melalui upaya pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan lingkungan sosial yang produktif sehingga mampu mendorong kemandirian, baik secara individu maupun kelompok masyarakat, mampu mengarahkan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas, serta kapasitas dalam menghadapi dinamika pembangunan. Kemandirian masyarakat dipandang perlu untuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap program stimulan pemerintah. Dalam upaya pencapaian Misi ke-2 maka dirumuskan perencanaan terintegrasi dalam langkah pencapaian Misi ke-2 sebagaimana diperlihatkan pada Gambar

Misi 3 :Memperkuat daya saing daerah melalui pariwisata, perikanan, dan perkebunan untuk menurunkan tingkat pengangguran dan  kemiskinan, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro merupakan daerah dengan sumber kekayaan alam yang potensial untuk dikembangkan. Pertanian, perikanan, dan pariwisata merupakan sektor basis yang dipandang mampu mendorong perekonomian daerah dan membuka peluang investasi baik dalam negeri maupun asing. Dengan mengakselerasikan pembangunan pada sektor potensial tersebut diarahkan untukmembuka lapangan pekerjaan baru yang nantinya akan berdampak pada penurunan angka kesenjangan, angka kemiskinan, dan angka pengangguran sehingga menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan.  Dalam upaya pencapaian Misi Ke-3 maka dirumuskan perencanaan terintegrasi dalam langkah pencapaian misi ke-3 sebagaimana ditunjukkan pada Gambar

Misi 4 :Memperluas jangkauan sarana dan prasarana transportasi,  air bersih, energi, dan telekomunikasi agar terjadi pemerataan layanan publik yang berkualitas.

Pembangunan infrastruktur memiliki peran sangat sentral dalam upaya mendukung keberhasilan pembangunan berbagai sektor di daerah. Dengan makin meluasnya jangkauan infrastruktur, maka diharapkan berbagai sektor unggulan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pengurangan angka kemiskinan, pengurangan angka pengangguran yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya pencapaian Misi ke-4 maka dirumuskan perencanaan terintegrasi dalam langkah pencapaian misi ke-4 sebagaimana ditampilkan pada Gambar

  

Misi 5, Mengangkat kebudayaan daerah dan kearifan lokal sebagai landasan hidup masyarakat, daya saing daerah, serta kelestarian lingkungan hidup.

Pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal daerah sebagai identitas daerah harus terus diangkat dan dikembangkan sebagai salah satu indikator daya saing daerah serta tetap menjaga kesinambungan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *